Wasit Ngasih Tambahan Waktu 7 Menit karena “Ada yang Lupa Nyalain Lampu”: Fair Play atau Settingan Rumah?
Kita mulai dari kasus sederhana: stadion telat menyalakan lampu lalu wasit menambah tujuh menit. Kami tanya, apakah itu fair play atau sekadar keuntungan untuk tuan rumah?
Kami jelaskan bahwa Tambahan Waktu Liga adalah mekanisme resmi dalam football untuk mengganti time yang hilang pada akhir tiap half. Ini berbeda dengan extra time, yang muncul sebagai dua periods di fase gugur.
Added time muncul karena banyak penyebab — substitusi, cedera, VAR, selebrasi gol, atau delay lain seperti lampu. Oleh karena itu, lampu yang telat menyala termasuk alasan valid untuk menambah minutes.
Kita juga pakai contoh nyata: Cologne vs Hamburg 2017, rekaman amatir Jerman dengan 28 minutes, dan catatan panjang di world cup 2022 untuk memberi konteks soal duration yang bisa jauh lebih lama dari biasa.
Panduan ini akan membantu kita menilai apakah tambahan itu sesuai rules, bagaimana referee menghitung time lost, dan langkah praktis bagi pelatih serta pemain agar komunikasi di lapangan berjalan jelas.
Momen Kontroversial dan Cara Kita Menyikapinya di Lapangan
Ada momen saat lampu padam yang menguji prosedur pertandingan dan kesabaran tim. Kita harus paham bahwa IFAB Law 7 mengakui delay seperti ini sebagai alasan sah untuk kompensasi time.
Apa yang terjadi saat lampu tertunda?
Referee mencatat semua stoppages—termasuk interupsi karena lampu—lalu menentukan minutes di akhir half. Jumlah itu disampaikan pada fourth official untuk diumumkan di pitch dan ke official teknis.
- Kami sarankan players dan staff mencatat estimasi lost time (substitusi, injury, delay) agar bisa bandingkan dengan amount yang diumumkan.
- Jika terjadi delay tambahan setelah papan diangkat, referee boleh menambah lebih banyak minutes dari angka awal.
- Fokus pada safety: jika visibilitas buruk, tunda play sampai aman.
- Kapten sebaiknya minta klarifikasi prosedural dari referee, bukan memulai debat di lapangan.
| Kondisi | Peran Referee | Peran Fourth Official | Rekomendasi Tim |
|---|---|---|---|
| Lampu terlambat menyala | Mencatat stoppages, tentukan minutes | Mengumumkan amount di papan | Cek visibilitas, pemanasan ulang |
| Delay VAR atau pemeriksaan | Tambahkan jika perlu | Update angka bila terjadi perubahan | Catat durasi interupsi |
| Gangguan berulang | Prioritaskan safety | Berikan isyarat kategori delay | Mintalah klarifikasi singkat |
Cara Menilai dan Menghitung Tambahan Waktu Liga sesuai Hukum Permainan
Kita mulai dengan definisi singkat agar jelas: injury time adalah kompensasi untuk time played yang hilang di akhir tiap half, sedangkan extra time adalah dua periods tambahan di fase gugur dan berbeda fungsi.
Dasar aturan menurut IFAB
IFAB Law 7 menetapkan dua half masing-masing 45 minutes. Referee mencatat semua stoppages dan menilai duration lost karena substitutions, assessment dan removal of injured players, wasting time, disciplinary sanctions, breaks, serta VAR checks dan goal celebrations.
Checklist praktis di bangku cadangan
- Catat substitutions (sekitar 30–60 detik per pergantian).
- Catat treatment injury, removal pemain, dan medical breaks.
- Hitung delays seperti VAR review, long celebrations, atau gangguan lampu.
Peran referee dan fourth official
Referee memutuskan amount menit minimum berdasarkan total stoppages. Fourth official mengumumkan angka di papan; itu adalah minimum, bukan batas atas. Jika ada stoppages baru setelah pengumuman, referee boleh menambah minutes lagi—tidak boleh mengurangi.
Edge cases penting
Jika sebuah penalty kick harus diambil atau diulang saat time habis, half diperpanjang sampai kick selesai. Kesalahan pengukuran di first half tidak boleh dikompensasi di second half.
| Kondisi | Siapa yang Putuskan | Tindakan Praktis |
|---|---|---|
| Substitutions berulang | Referee | Catat dan proyeksikan tambahan minutes |
| VAR review panjang | Referee | Laporkan ke fourth official untuk papan |
| Penalty kick di akhir | Referee | Perpanjang sampai kick selesai |
Menerapkan di Hari Pertandingan: Fair Play, Komunikasi, dan Bukti dari Liga & Turnamen Dunia
Di hari pertandingan, keputusan soal durasi ekstra sering menentukan ritme akhir laga. Kita pakai data nyata untuk memahami praktiknya dan cara menjaga fair play di markas lawan.
Pelajaran dari rekor added time dan world cup
Beberapa match menunjukkan added time bisa panjang. Di Bundesliga, Cologne vs Hamburg berlanjut sampai total 13 minutes akibat injury pada official, dengan gol hingga menit ke-100.
Di level amatir Jerman ada catatan 28 minutes karena penundaan bersama. Pada world cup 2022 beberapa match juga mencatat angka besar: England vs Iran (27), Argentina vs Saudi Arabia (14), USA vs Wales (11), Poland vs Mexico (8).
Menjaga fairness saat tandang dan antisipasi second half
- Kami sarankan kapten mendokumentasikan jenis stoppages (VAR, injury, substitutions, goal celebrations, delay lampu) lalu minta konfirmasi amount ke fourth official secara sopan.
- Komunikasi ke players perlu singkat: rencana pressing atau manajemen bola saat minutes left tinggi.
- Staf teknis harus beri isyarat estimasi kepada touchline agar taktik akhir bisa dikirim tepat waktu.
| Konteks | Tindakan Praktis | Tujuan |
|---|---|---|
| Added time panjang di match | Atur tempo, amankan possession | Minimalisir risiko gol lawan |
| Delay VAR atau injury | Catat durasi, minta klarifikasi | Bandingkan dengan amount yang diumumkan |
| Persepsi settingan home | Dokumentasi dan komunikasi resmi | Jaga kredibilitas tim |
Kesimpulan
Kita simpulkan bahwa kontroversi tujuh menit akibat lampu padam dapat dievaluasi secara objektif dengan merujuk pada rules dan catatan di lapangan. Keputusan oleh referee berdasarkan bukti stoppages adalah kunci untuk menilai fairness dan time yang hilang.
Added time berfungsi sebagai alat agar game berjalan adil, bukan celah manipulasi. Injury time dicatat oleh official; angka awal diumumkan oleh fourth official dan dapat bertambah jika ada jeda baru.
Kasus khusus seperti penalty atau penalty kick di ujung waktu memperpanjang half sampai eksekusi selesai. Kesalahan pengukuran di babak pertama tidak boleh diperbaiki di end second. Perbedaan dengan extra time juga penting: extra time muncul hanya di fase gugur.
Kita sarankan players, pelatih, dan staf mencatat jeda utama dalam match dan berkomunikasi sopan bila muncul selisih besar. Itu adalah practical way untuk menjaga keadilan dan mengurangi spekulasi soal hasil game.





