LSM BMPP Desak PT MMS Bertanggung Jawab atas Banjir di Perum Metro Villa Cilegon Akibat Proyek Tol Tangerang-Merak

Indonesia, khususnya wilayah Cilegon, kembali dikejutkan oleh banjir yang merendam permukiman warga. Sebuah LSM yang bergerak dalam bidang perlindungan publik, BMPP, telah mengambil sikap dan mendesak PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku pengelola proyek jalan tol Tangerang-Merak untuk bertanggung jawab. Banjir yang kerap terjadi di Perumahan Metro Villa, diklaim oleh BMPP sebagai dampak dari proyek pelebaran jalan tol yang dikelola oleh PT MMS.
Cakupan Masalah Banjir
Ketua LSM BMPP, Deni Juweni, berpendapat bahwa proyek pelebaran jalan tol yang berlokasi di KM 90, tepatnya di perbatasan Kelurahan Panggung Rawi dan Kedong Dalem, Kecamatan Jombang, merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan banjir di Perumahan Metro Villa saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Menurutnya, sejumlah saluran air yang sebelumnya berfungsi sebagai jalur aliran air, kini mulai tersumbat atau mengalami penyempitan. Hal ini disebabkan oleh berbagai aktivitas yang berkaitan dengan proyek pelebaran jalan tol tersebut. Sehingga, aliran air tidak dapat bergerak dengan lancar dan akhirnya menyebabkan banjir.
Potret Kerusakan dan Desakan Masyarakat
Deni mengungkapkan bahwa saluran air utama yang seharusnya dapat menampung debit air besar, kini sudah tidak mampu lagi. Akibatnya, saat hujan deras, air meluap dan banjir pun terjadi di lingkungan warga Metro Villa. Deni mengatakan bahwa jika aspirasi masyarakat untuk meninggikan jembatan dijalankan, mungkin kejadian ini bisa diminimalisir.
Deni juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama dengan masyarakat sebelumnya telah melakukan musyawarah dengan pihak terkait pada tanggal 30 April 2018. Dalam kesepakatan tersebut, mereka sepakat untuk melaksanakan program penanganan saluran air, termasuk pembangunan gorong-gorong sebagai upaya antipasi banjir.
Kesepakatan yang Belum Terealisasi
Walaupun demikian, Deni mengkritisi bahwa beberapa poin dalam kesepakatan tersebut belum terealisasi secara maksimal hingga saat ini. Ia meminta pihak pengelola tol untuk segera bertanggung jawab dan menindaklanjuti kesepakatan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah pembangunan gorong-gorong dan normalisasi saluran air.
Harapan Masyarakat
Deni menambahkan bahwa masyarakat sebenarnya mendukung pembangunan dan pelebaran jalan tol. Hal ini dikarenakan proyek tersebut dianggap penting bagi perkembangan infrastruktur dan kelancaran transportasi. Namun, masyarakat juga berharap bahwa pihak pengelola proyek dapat memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.
Sementara itu, petugas pemeliharaan saluran tol menyatakan bahwa mereka telah melakukan pembersihan gorong-gorong di sekitar lokasi. Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah berupa daun dan ranting yang menyumbat saluran. Meski demikian, masyarakat berharap adanya penanganan yang lebih permanen. Seperti pembangunan gorong-gorong yang lebih besar dan peningkatan jembatan, agar banjir tidak kembali terjadi saat musim hujan.
Warga Metro Villa berharap bahwa pihak pengelola jalan tol dapat segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan ini demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.