Meski Dilanda Bencana, BAGUSI Sukses Raih Penghargaan Bersama Pemkab Tapsel

Dalam situasi yang penuh tantangan dan cobaan, BAGUSI telah berhasil meraih prestasi yang menggembirakan. Meski menghadapi bencana besar berupa banjir bandang dan longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada 9 bulan pertama masa pemerintahan Bupati-Wakil Bupati, Gus Irawan Pasaribu-Jafar Syahbuddin Ritonga (BAGUSI), mereka tetap mampu menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek.
Perjuangan Melawan Bencana
Di antara 15 kecamatan di Tapsel, 14 di antaranya terkena dampak bencana banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025. Namun, meski berada di tengah bencana, BAGUSI tetap berupaya keras memperbaiki dan meningkatkan kinerja Pemkab Tapsel.
Peningkatan Nilai dan Prestasi
BAGUSI telah berhasil meningkatkan nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Kabupaten Tapanuli Selatan dari CC menjadi B pada tahun 2025, setelah lima tahun bertahan di nilai CC. MCSP KPK (Monitoring Controlling Surveillance for Prevention) atau Indeks Pencegahan Korupsi juga mengalami peningkatan signifikan dari 65,66 (Zona Merah) pada tahun 2024 menjadi 81,70 (Zona Hijau) pada tahun 2025.
Indeks Masyarakat Digital dan Pelayanan Publik
Selain itu, IMDI (Indeks Masyarakat Digital Indonesia) Kabupaten Tapanuli Selatan juga meningkat dari 36,56 (Rendah) pada tahun 2024 menjadi 50,48 (Sedang) pada tahun 2025. Sementara Indeks Pelayanan Publik yang pada tahun 2024 hanya meraih 2,54 (C), pada tahun 2025 telah menjadi 4,00 (B).
Penghargaan Nasional
Pada tahun 2025, Pemkab Tapsel juga berhasil meraih berbagai penghargaan tingkat nasional. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa meski di tengah tantangan dan cobaan, BAGUSI tetap mampu memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Tapanuli Selatan.
Indonesia’s SDG’s Action Award & Tim Pengendalian Inflasi Daerah
BAGUSI berhasil meraih Juara I nasional pada Indonesia’s SDG’s Action Award – Bappenas atas program unggulan Gerakan 1.000 Kolam. Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga meraih peringkat II nasional.
Sertifikat Eliminasi Filariasis
BAGUSI juga berhasil membawa Kabupaten Tapanuli Selatan meraih Sertifikat Eliminasi Filariasis, menjadi satu dari tujuh daerah di Indonesia yang sukses keluar dari status Endemis Filariasis (Penyakit Kaki Gajah).
Program Sekolah Rakyat
Di tahun pertama pemerintahannya, BAGUSI berhasil menghadirkan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Tapanuli Selatan. Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang ditujukan untuk masyarakat tidak mampu di desil 1 dan desil 2 untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Pembelajaran di BLK Tapsel
Pembelajaran Sekolah Rakyat dilaksanakan di BLK Tapsel di Siharangkarang. Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat sedang berjalan di atas tanah seluas 10 Ha milik Pemkab Tapsel di Kecamatan Sipirok dengan nilai Rp250 miliar.
Penyelesaian Data Korban Bencana
Pada 25 November 2025, tiga provinsi, yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat terkena dampak bencana banjir bandang dan longsor. Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu daerah yang terdampak cukup parah. Namun, berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, Tapsel menjadi salah satu daerah yang tercepat dalam menyelesaikan data korban bencana.
Dukungan Pemerintah
Dengan berbagai dukungan dan bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak lainnya, BAGUSI berhasil memastikan bahwa tidak ada lagi korban bencana yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Semua korban dapat menyambut dan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H di tempat hunian yang lebih layak dan nyaman bersama keluarga.
Terima Kasih dan Apresiasi
Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Pusat, Presiden Prabowo Subianto yang hadir di tengah korban bencana di Kecamatan Batang Toru pada pergantian tahun, dan berbagai pihak lainnya yang telah membantu.
Apresiasi kepada Masyarakat Tapsel
Bupati juga memberikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada masyarakat Tapsel yang tetap memegang teguh falsafah Dalihan Na Tolu, Siriaon dan Siluluton (bersama dalam suka dan duka), bergotong royong membantu saudara-saudara mereka yang terdampak bencana.