Mahfud MD Bahas Supremasi Hukum di Hadapan Ratusan Mahasiswa UIN Palopo

Pada tanggal 15 Juni 2026, Auditorium Phinisi Kampus II UIN Palopo menjadi saksi pentingnya dialog mengenai supremasi hukum dalam konteks demokrasi Indonesia. Dalam acara kuliah umum ini, Prof. Mohammad Mahfud MD, seorang tokoh nasional dan Guru Besar Fakultas Hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, hadir untuk memberikan pemaparan yang mendalam. Kegiatan ini bukan sekadar acara akademik, tetapi juga merupakan platform untuk membahas peran penting hukum dan keadilan dalam masyarakat yang semakin kompleks.
Agenda Kuliah Umum dan Tema yang Diangkat
Kuliah umum yang diselenggarakan di UIN Palopo ini mengusung tema “Hukum, Kearifan Lokal, dan Penguatan Karakter Kebangsaan dalam Menjaga Etika Demokrasi dan Supremasi Hukum”. Tema ini sangat relevan mengingat tantangan yang dihadapi bangsa dalam mempertahankan hukum yang adil dan berkeadilan. Proses demokrasi yang sehat harus dilandasi oleh prinsip-prinsip hukum yang kuat dan dihormati oleh semua elemen masyarakat.
Apresiasi dari Rektor UIN Palopo
Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Prof. Mahfud MD. Menurutnya, kehadiran tokoh yang memiliki pengalaman luas di bidang hukum dan pemerintahan ini memberikan kesempatan yang berharga bagi seluruh sivitas akademika. “Wawasan yang beliau bagikan sangat penting untuk pengembangan pengetahuan kami tentang hukum dan tata kelola demokrasi,” ujarnya.
Pentingnya Kunjungan untuk Kolaborasi Masa Depan
Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin, juga memberikan sambutan hangat dan penghargaan tinggi atas kedatangan Prof. Mahfud MD. Ia berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi yang pertama, tetapi juga membuka jalan bagi kerjasama strategis di masa mendatang. “Kami ingin membangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan bersama,” jelasnya.
Refleksi Proses Demokrasi di Kota Palopo
Di depan para mahasiswa dan civitas akademika, Akhmad Syarifuddin berbagi pengalaman mengenai dinamika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Palopo. Ia menjelaskan bahwa proses tersebut tidak berjalan mudah dan harus melalui berbagai tahapan, termasuk sidang perselisihan di Mahkamah Konstitusi yang berujung pada Pemungutan Suara Ulang (PSU). “Proses panjang ini menunjukkan pentingnya supremasi hukum dalam setiap langkah demokrasi,” katanya.
Konsolidasi untuk Mewujudkan Daerah yang Maju
Lebih lanjut, Akhmad Syarifuddin menekankan pentingnya konsolidasi untuk memaksimalkan potensi daerah. “Kami harus bangkit dan berbenah setelah melalui proses birokrasi yang panjang ini. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mencapai kemajuan yang signifikan,” ungkapnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa semua elemen masyarakat perlu bersatu dalam upaya membangun daerah yang lebih baik.
Antusiasme Peserta Kuliah Umum
Kegiatan kuliah umum ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa UIN Palopo, tetapi juga oleh para pimpinan perguruan tinggi lainnya, perwakilan IAKN Toraja, dan undangan dari berbagai instansi. Antusiasme yang tinggi terlihat dari partisipasi aktif para peserta dalam diskusi dan tanya jawab. Ini menunjukkan bahwa isu supremasi hukum dan etika demokrasi sangat relevan dan menarik bagi generasi muda.
Dampak Kuliah Umum terhadap Pemahaman Hukum
Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman mahasiswa mengenai supremasi hukum. Melalui pembelajaran langsung dari seorang pakar, mahasiswa diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai hukum dan etika yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip hukum dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Abbas Langaji.
Membangun Karakter Kebangsaan Melalui Hukum
Selain membahas aspek teknis hukum, Prof. Mahfud MD juga menyoroti pentingnya kearifan lokal dalam membangun karakter kebangsaan. “Supremasi hukum harus dapat beriringan dengan kearifan lokal agar hukum yang diterapkan dapat diterima dan dihormati oleh masyarakat,” ujarnya. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.
Menjaga Etika Demokrasi di Era Modern
Dalam era digital saat ini, tantangan untuk menjaga etika demokrasi semakin kompleks. Prof. Mahfud mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus diimbangi dengan kesadaran hukum. “Kami harus memastikan bahwa setiap tindakan di dunia maya juga mematuhi hukum yang berlaku,” tegasnya. Kesadaran ini penting untuk menghindari penyebaran informasi yang salah dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum.
Peran Mahasiswa dalam Mengawal Supremasi Hukum
Pada akhir kuliah umum, Prof. Mahfud MD mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam mengawal supremasi hukum di Indonesia. “Kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan arah bangsa ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan memperjuangkan nilai-nilai hukum yang adil,” pesannya. Ajakan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk lebih peduli terhadap isu-isu hukum dan demokrasi.
Kesempatan untuk Berkontribusi dalam Perubahan
Acara ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam perubahan sosial. Dengan memahami hukum dan etika demokrasi, mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. “Setiap dari kalian memiliki potensi untuk membuat perbedaan. Manfaatkan ilmu yang didapat untuk kebaikan masyarakat,” tambah Rektor UIN Palopo.
Penutup yang Menginspirasi
Kuliah umum ini berakhir dengan suasana yang penuh semangat dan harapan. Pesan-pesan yang disampaikan oleh Prof. Mahfud MD dan para pejabat daerah diharapkan dapat menjadi pendorong bagi mahasiswa untuk terus belajar dan berkontribusi dalam memperkuat supremasi hukum di Indonesia. “Mari kita jaga hukum dan etika demokrasi agar bangsa ini tetap kuat dan berintegritas,” tutup Abbas Langaji.


